Recent Development Of Mobile Technology
Dibuat untuk memenuhi Tugas New Digital Economy Telkom University
1401164562
Rystiana Ayu Azzahra
MB-40-08
Rama Chandra Jaya
1401164562
Rystiana Ayu Azzahra
MB-40-08
Rama Chandra Jaya
Recent Development Of Mobile Technology
Perkembangan
teknologi seluler secara singkat, adalah sebagai berikut:
1G -
Original analog cellular untuk suara (AMPS, NMT, TACS) 14,4Kbps
2G - Digital narrowband circuit data (TDMA, CDMA) 9-14,4Kbps
2,5G - Paket data 2G (GPRS, EDGE) 20-40Kbps
3G - Digital broadband packet data (CDMA, EV-DO, UMTS, EDGE) 500-700Kbps
3,5G - Pengganti EDGE >> HSPA 1-3Mbps dan HSDPA up to 7,2Mbps
4G - Digital broadband packet data untuk semua IP (Wi-Fi, WIMAX, LTE) 3-5 Mbps
2G - Digital narrowband circuit data (TDMA, CDMA) 9-14,4Kbps
2,5G - Paket data 2G (GPRS, EDGE) 20-40Kbps
3G - Digital broadband packet data (CDMA, EV-DO, UMTS, EDGE) 500-700Kbps
3,5G - Pengganti EDGE >> HSPA 1-3Mbps dan HSDPA up to 7,2Mbps
4G - Digital broadband packet data untuk semua IP (Wi-Fi, WIMAX, LTE) 3-5 Mbps
Dan sudah ada
perkembangan sampai 5G.
1G
Generasi pertama atau 1G tersebut diperkenalkan mulai 1970-an.
Jangan bayangkan sudah ada koneksi internet pada teknologi komunikasi tahap
ini. Teknologi 1G bekerja memanfaatkan transmisi sinyal analog. Saat itu,
teknologi ini hanya dapat digunakan untuk panggilan telepon saja. Ukuran ponsel
1G pun tergolong besar, bila dibandingkan dengan ponsel masa kini. Contohnya
ponsel Motorola DynaTAC yang cukup populer pada masanya. Ponsel yang dibuat
pada kurun 1984-1994 ini punya bobot 794 gram. Dengan bobot hampir satu
kilogram, berat DynaTAC hampir setara dengan bobot Ultrabook. Kemunculan
teknologi 1G tersebut juga berperan besar dalam mendorong pertumbuhan pasar
telepon genggam. Dikutip KompasTekno dari Bright Hubu, pangsa pasar telepon
genggam saat itu tumbuh dari 30 menjadi 50 persen dalam tiap tahunnya. Bahkan
pada 1990, pengguna teknologi 1G di seluruh dunia hampir mencapai angka 20 juta
jiwa.
2G
Teknologi 1G terus digunakan hingga digantikan dengan teknologi
2G. Perbedaan utama antara kedua teknologi tersebut adalah pada sinyal radio
yang digunakan. 1G menggunakan sinyal analog, sedangkan 2G menggunakan sinyal
digital. Ponsel yang menggunakan teknologi 2G mulai diperkenalkan pada kurun
1990. Ponsel yang sudah menerapkan teknologi ini bisa digunakan untuk berkirim
dan menerima data dalam ukuran kecil. Maksudnya data di sini adalah pengiriman
pesan teks (SMS), pesan bergambar serta pesan multimedia (MMS). Teknologi 2G
sendiri utamanya dibuat untuk layanan suara dan koneksi data yang cenderung
lambat. Pemutakhiran pada jaringan ini kemudian memunculkan istilah 2.5G dan
2.75G. Istilah 2.5G mengacu pada teknologi komunikasi 2G yang sudah
dikombinasikan dengan General Packet Radio Service (GPRS). Secara teori,
kecepatan transfer data menggunakan teknologi ini bisa mencapai 50 kbps. Selanjutnya,
istilah 2.75G adalah teknologi komunikasi 2G yang dikombinasikan dengan standar
Enchanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE). Secara teori, kecepatan transfer
datanya melebihi 2.5G, yaitu maksimal pada 1 Mbps.
3G
Penerapan standar GPRS pada teknologi komunikasi 2G membuka
jalan untuk akses data yang lebih cepat. Selepasnya, muncul teknologi yang
dikenal sebagai generasi ketiga atau 3G pada 1998. Teknologi komunikasi 3G
disebut juga sebagai mobile broadband pertama. Sebutan itu muncul karena
kemampuannya mengakses internet dan bisa digunakan sebagai pengganti koneksi
internet melalui kabel. Selain kecepatan transfer data yang membuat akses
internet cukup lancar, teknologi ini sudah memungkinkan digunakan kegiatan yang
terkait dengan transfer audio, grafis maupun video. Singkatnya, teknologi
komunikasi tersebut sudah mampu digunakan streaming video atau melakukan video
call. International Telecommunication Union menyebutkan bahwa teknologi 3G ini
diharapkan bisa mewujudkan kecepatan transfer data minimal 2 Mbps untuk
pengguna yang sedang diam atau berjalan, dan 348 kbps jika sedang bergerak
dalam kecepatan tinggi. Namun tidak dijelaskan secara baku berapa kecepatan
maksimal yang diharapkan. Pelan-pelan, teknologi komunikasi 3G pun berkembang
ke masa transisi menuju generasi keempat atau 4G. Teknologi pada masa transisi
tersebut dikenal sebagai 3.5G dan 3.75G. Teknologi 3.5G disebut juga sebagai
High Speed Packet Access (HSPA). Pada tahap ini, kecepatan transfer data
meningkat dengan batas maksimum unduh 14 Mbps, dan kecepatan unggah 5,76 Mbps. Teknologi
tersebut kemudian dikembangkan lagi menjadi 3.75G atau HSPA+. Secara teori,
jaringan telekomunikasi yang menerapkan teknologi ini bisa memperoleh kecepatan
unduh hingga 168 Mbps dan unggah hingga 22 Mbps. Batas tersebut merupakan
perhitungan teoritis, sedangkan pengguna dalam keadaan nyata akan merasakan
kecepatan transfer data yang lebih rendah tergantung situasi.
4G
Teknologi komunikasi generasi ketiga itu selanjutnya
dikembangkan menjadi generasi keempat atau 4G. Ada dua sebutan untuk teknologi
komunikasi 4G yang saat ini dikenal. Pertama adalah Long Term Evolution (LTE)
serta Long Term Evolution-Advance (LTE-A). Teknologi LTE, secara teori
menawarkan kecepatan unduh (download) hingga 100 Mbps dan kecepatan unggah
(upload) hingga 50 Mbps. Kecepatan tersebut bisa lebih cepat lagi, tergantung
rilis teknologi yang digunakan oleh operator. Meskipun begitu, LTE sebenarnya
masih diberi label teknologi pra-4G. Pelabelan tersebut dikarenakan kecepatan
teoritis yang ditawarkan LTE belum mencapai standar 4G dari International
Telecommunications Union-Radio communication sector (ITU-R). Organisasi
internasional tersebut mengeluarkan International Mobile Telecommunication-Advanced
(IMT-A) yang berisi syarat sebuah teknologi komunikasi 4G. Syarat tersebut
menyatakan bahwa sebuah teknologi 4G harus memiliki kecepatan unduh maksimal 1
Gbps dan unggah maksimal 500 Mbps. Sedangkan LTE yang seringkali disebut
sebagai 4G oleh operator seluler, belum mencapai syarat tersebut. Berdasarkan
hal tesebut, maka teknologi LTE-A lah yang didorong untuk muncul sebagai
teknologi True 4G.
Sumber : https://www.dictio.id/t/bagaimana-perkembangan-dari-evolusi-teknologi-seluler-sampai-saat-ini/14231
Komentar
Posting Komentar